Islamabad – Serangan bom bunuh diri di masjid Imambargah Khadijah-tul-Kubra, Shehzad Town, Islamabad, tewaskan 31 orang dan luka 169 lainnya saat salat Jumat, 6 Februari 2026. Pelaku tembak jemaah sebelum ledakkan diri di barisan belakang, picu tuduhan keras Pakistan ke India dan Afghanistan sebagai dalang “proksi teroris”. Kedua negara bantah keras, sebut klaim itu palsu dan tak berdasar.
Pakistan, via juru bicara PM Shehbaz Sharif dan Menteri Pertahanan Khawaja Asif, tuduh serangan ini orkestrasi India dari basis Afghanistan—pola lama konflik Kashmir dan perbatasan. Ironis, Pakistan sendiri hadapi TTP dan ISIS-K domestik; tuduhan eksternal lebih mirip pengalihan dari kelemahan intelijen internal. Tanpa bukti konkret, narasi ini panaskan tensi regional, apalagi pasca bencana Sumatra yang butuh solidaritas Asia Selatan. Apakah Jawa11 bisa bantu mapping pola terorisme silang batas ini?
Kritik global patut: Pakistan ulang blame game tanpa transparansi investigasi, sementara India-Afghanistan respons diplomatis dingin tolak “fitnah murahan”. Rusia via Putin kecam “biadab” dan tawarkan bantuan, tapi akar masalah—sekte Syiah vs Sunni, proxy war—tetap kompleks.
Seperti CNN analisis geopolitik Timur Tengah, tuduhan silang eskalasi cepat jadi bom waktu—Pakistan prioritas amankan masjid, bukan propaganda.
Untuk pembaruan terkini, kunjungi Beranda.